Kamis, 26 Januari 2012

Materi SAP AKBK

     ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT 

                                 I .          PENGERTIAN
         Salah satu metode kontrasepsi yang berbentuk batang, berisi hormon levonorgestrel yaitu suatu darifat hormon progresteron sintetis yang disajikan dalam bentuk kristal kering dan dipasang dibawah kulit.

                             II.           MACAM A K B K
1.     Norplant 6, jangka waktu 5 tahun terdiri dari 6 batang, panjang 34 mm, diameter 2,4 mm, tiap batang mengandung 36 mg levonorgestrel.
2.     Impanon, jangka waktu 3 tahun terdiri dari 1 batang, panjang 40 mm, diameter 2 mm, mengandung 68 mg etonogestrel
3.       Indoplant, jangka waktu 3 tahun terdiri dari 2 batang, panjang 4,4 cm, diameter 2,4 mm, tiap batang mengandung 75 levonorgestrel
4.       Sino Implant jangka waktu 4 tahun terdiri dari 2 batang, panjang 4,4 cm, diameter 2,4 mm, tiap batang mengandung 75 levonorgestrel

KAPSUL PEMBUNGKUS
Terdiri dari Poli Dimetisiloksane Silastik
  III.          MEKANISME KERJA
1.    Membuat lendir servix menjadi kental, untuk mencegah penetrasi sperma
2.        Menghambat ovulasi sekitar 50% dari siklus haid
3.        Menekan pertumbuhan endometrium/ hipoplasi
4.     Mengurangi produksi progesteron alami dari ovarium selama fase paska ovulasi (luteal) dalam siklus tersebut dimana terjadi ovulasi

  IV.            FARMAKOKINETIK
Kadar levonorgestrel dalam darah yang cukup untuk menghambat konsepsi dicapai dalam waktu 8 sampai 24 jam setelah dipasang Implan dan efektifitasnya bertahan sesusai dengan macam yang digunakan, tiap batangnya melepaskan zat aktifnya dalam kadar kurang lebih 14,1 meg/hari selama beberapa minggu pertama, kemudian menurun menjadi kurang lebih 8,3 meg/hari menjelang 9 bulan dan menjadi 5,8 meg/hari secara mantap.

    V.          INDIKASI
Merupakan metode kontrasepsi yang sesuai bagi wanita dengan kriteria sebagai berikut:
1.   Wanita yang mengalami kesulitan untuk mempergunakan kontrasepsi barrier / merasa kurang disiplin untuk minum pil setiap hari
2.     Menghendaki penjarangan kehamilan jangka panjang (2 Tahun / lebih) atau telah mempunyai cukup anak sesuai keinginan, tetapi belum siap ikut program sterilisasi
3.       Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
4.       Memilih untuk tidak memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen
5.   Menginginkan metode kontrasepsi hormonal akan tetapi tidak dapat memakai pil kombinasi karena alasan :
-        Perokok aktif dan berusia lebih dari 35 tahun
-        Mempunyai riwayat klinis timbulnya bekuan darah intravaskular
-        Mengidap hipertensi

  VI.          EFEK SAMPING
1.     Perubahan perdarahan haid (aninorrhoe, spoting, masa haid memanjang)
2.     Sakit kepala (1,9%)
3.     BB meningkat (1,7%)
4.     Cemas (1,1%)
5.     Depresi (0,9%)
6.   Lain-lain (mual, perubahan selera makan, payudara lembek bertambahnya rambut dibadan/muka, jerawat) (1,8%)

VII.          KEUNTUNGAN & KERUGIAN
KEUNTUNGAN
1.     Daya guna tinggi
2.     Pengembalian tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan
3.     Perlindungan jangka panjang (3,4, dan 5 tahun)
4.     Tidak membutuhkan pemeriksaan dalam
5.     Tidak mengandung zat aktif yang bersiko (bebas estrogen)
6.     Tidak mengganggu kegiatan senggama
7.     Cara penggunanya mudah
8.     Bersifat efektif  dan tidak merepotkan klien
9.     Ekonomis
10.  Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan

KERUGIAN
1.     Tidak memberikan proteksi penyakit menular seksual (HIV/AIDS)
2.     Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
3.     Akseptor tidak bisa menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi
4.     Dalat mempengaruhi penurunan / kanaikan BB
5. Memiliki semua resiko seperti layaknya bedah minor (infeksi, hematoma dan pendarahan)
6.     Secara kosmetik susuk dapat terlihat dari luar
7.     Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan terjadinya perubahan pola haid
8.     Kemungkinan timbulnya keluhan seperti yang tertera pada efek samping.

VIII.          KONTRA INDIKASI
1.     Hamil (diketahui diduga hamil)
2.     Pendarahan pervaginam yang tidak diketahui penyebabnya
3.     Sakit kuning
4.     Tumor hati (jinak atau ganas)
5.  Kanker payudara (sedang menderita/pernah menderita tapi saat ini tidak ada tanda-tanda dari penyakitnya)
6.     Memekai obat-obatan untuk epilepsi / TBC

SAP Pak Sany

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Mata kuli                                 : Pelayanan KB
Kode                                        : Kb.308             
Beban studi                             : 3SKS ( 1T, 2P  )
Pokok bahasan                       : Alat Kontrasepsi Bawah Kulit ( AKBK )
Sub pokok Bahasan               :
1.      Pengertian AKBK
2.      Macam AKBK
3.      Mekanisme Kerja AKBK
4.      Farmakokinetik AKBK
5.      Indikasi AKBK
6.      Efek samping dan Penanggulangannya AKBK
7.      Keuntungan dan Kerugian AKBK
8.      Kontra indikasi AKBK
Waktu pertemuan                     : 2 x 50 menit
Pertemuan ke                           : 1
Hari, tanggal                            : Senin, 26 Oktober 2012
                                                                                                                       

   I.          Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan :
Alat Kontrasepsi Bawah Kulit ( AKBK )

Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat :
1.      Menjelaskan macam-macam jenis AKBK
2.      Menjelaskan mekanisme kerja AKBK
3.      Menjelaskan farmakokinetik AKBK
4.      Menjelaskan indikasi AKBK
5.      Menjelaskan efek samping dan penanggulangannya
6.      Menjelaskan keuntungan dan kerugian AKBK
7.      Kontra indikasi AKBK

 II.          Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran ini adalah ceramah dan tanya jawab.

III.       Media dan Alat
Media dan Alat yang digunakan :
1.      Laptop dan LCD
2.      White board dan spidol
3.      Sound system
4.      Power point

a.      Struktur bahan mencakup :

Menjelaskan macam-macam jenis AKBK
Menjelaskan mekanisme kerja AKBK
Menjelaskan farmakokinetik AKBK
Menjelaskan indikasi AKBK
Menjelaskan efek samping dan penanggulangannya
Menjelaskan keuntungan dan kerugian AKBK
Kontra indikasi AKBK

b.     Ringkasan materi terlampir
Tahapan
Kegiatan
Estimasi
Waktu
Uraian Aktifitas
Pengajaran
Uraian Aktifitas Mahasiswa
Metode
Alat/ Media
Pendahuluan

10 Menit
a.      Pembukaan

b.      Melakukan Apersepsi


c.      Menjelaskan TPU dan TPK

a.      Menjawab salam

b.      Memperhatikan dan memberikan sumbang saran

c.      Mahasiswa memperhatikan penjelasan dari dosen
Ceramah

Penyajian
80  Menit
a.      Menjelaskan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)

b.      Menjelaskan tentang macam – macam AKBK

c.      Menjelaskan tentang mekanisme kerja, manfaat, efek samping dan penanggulangannya serta indikasi AKBK

d.      Memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya






e.      Memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menyakan materi yang belum jelas sekaligus menjawab pertanyaan mahasiswa

a.      Memperhatikan penjelasan dari dosen

b.      Memperhatikan penjelasan dari dosen

c.      Memperhatikan penjelasan dari dosen




d.      Mahasiswa menanyakan hal yang belum jelas disela sela penyajian materi dan kemudian memperhatikan jawaban dari dosen

e.      Memperhatikan penjelasan dari dosen

Ceramah Tanya jawab








Ceramah Tanya jawab
White boart
LCD
Power Point
Penutup
10 Menit
a.      Mengevaluasi pembelajaran yan telah dilakukan dengan memberikan pernyataan tentang materi/ teknik Alat Kontrasepsi Bawah Kulit

b.      Menyimpulakan materi yang telah diberikan

c.      Memberikan tugas baca AKBK, sistem rujukan, pencatatan dan pelaporan
a.      Menjawab pertanyaan dari dosen







b.      Memperhatikan penjelasan dari dosen

c.      Mengerti dan paham tentang tugas yang diberikan oleh dosen
Ceramah Tanya Jawab


   IV.      Referensi
Croxatto HB. S Diaz and I Sivin. 1991. Contraceptive implants, in Fronties in Human Reproduction. Seppala M and L Humberger. Eds. New York Academy of Science : New York.

Darney PD and C Klaisle. 1995. How to remove contraceptive implants. Contemorary OB/Gyn 23 (1) : 52-65

Darney PD. C Klaisle and DM Walker. 1992. The “pop-out” method of Norplant removal. Advances in Contraception 8(3) : 188

The Population Council. 1990 Norplant Contraceptive Subdermal Narplants : Manual for Clincians. The Population Council : New Tork

Praptoharjo U ang S Wibowo. 1993. The “U” technique: a new method for Norplant implants removal. Contraception 48(6) : 526-536

World Health Organization (WHO). 1990. Norplant Contraceptive Subdermal Implants: Managerial and Technical Guidelines. WHO : Geneva

 V.          Evaluasi
Evaluasi diberikan pada akhir perkuliahan
Bentuk                            : Tanya Jawab
Alat evaluasi                  :